CUAN128 SEHAT · HUBUNGAN & KELUARGA

Cerita Farhan: belajar berhenti judi online

Kisah orang pertama Farhan, 39 tahun, tentang mengambil langkah untuk berhenti judi online dan memperbaiki keseharian.

Ilustrasi karakter dalam cerita perjalanan pulih

Cerita orang pertama · Farhan, 39 tahun · teknisi jaringan di Bandung

“Anak saya hanya minta ditemani makan. Saya malah terus memeriksa ponsel.”

Saya dulu selalu makan malam bersama keluarga. Setelah mulai bermain judi online, saya jadi terburu-buru menyelesaikan makan. Kadang saya membawa ponsel ke kamar mandi karena tidak ingin ada yang melihat layar saya.

Pekerjaan sebagai teknisi sering mengharuskan saya menunggu panggilan. Waktu senggang itu kemudian diisi bermain. Saya sempat merasa mengendalikan semuanya, sampai saya mulai meminjam uang dengan alasan membeli alat kerja.

Suatu malam anak saya menunjukkan gambar yang dibuat di sekolah. Saya bilang, “Nanti saja.” Ia tidak marah, hanya menyimpan kembali bukunya. Ekspresi itu terus teringat ketika saya mencoba memahami apa yang hilang dari kebiasaan saya.

Saya akhirnya bicara kepada pasangan. Ia kecewa, dan saya tidak meminta agar langsung dipercaya. Kami menuliskan utang, mengatur pembayaran kebutuhan rumah, dan sepakat membahas keuangan seminggu sekali saat suasana tenang.

Pada bulan pertama, hubungan kami tidak langsung membaik. Ada pertanyaan berulang dan hari-hari ketika saya tersinggung. Saya berusaha menjawab dengan angka dan tindakan, bukan dengan sumpah bahwa semuanya sudah selesai.

Saya mulai meninggalkan ponsel di ruang tamu selama makan malam. Kalau dorongan bermain muncul, saya mengatakannya tanpa mencari alasan. Kadang kami berjalan sebentar di depan rumah; kadang saya hanya duduk menemani anak mengerjakan tugas.

Saya belum mengembalikan seluruh uang dan rasa percaya yang hilang. Tetapi sekarang saya tahu bahwa pemulihan bukan pidato panjang. Pemulihan adalah hadir lagi dalam hal-hal kecil yang dulu saya abaikan.

Cerita pada halaman ini merupakan karya naratif untuk edukasi. Tokoh dan peristiwanya bukan kesaksian seseorang yang telah diverifikasi.

Langkah yang bisa dipelajari

Cerita ini menggambarkan pentingnya menyadari dampak, mengurangi pemicu, memprioritaskan kebutuhan keluarga, dan mencari dukungan. Proses setiap orang berbeda dan tidak ada jaminan perubahan terjadi seketika.